Pudarnya Cahaya Cleopatra; Sebuah Renungan

March 6th, 2007 by frogsprince

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal." Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu" kata ibu. "Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu" , ucap beliau dengan nada mengiba.


Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.


Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun.


Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali. Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, "cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli ! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.


Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku. Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan emapt group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dariAllah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai. Rabbighfir li wa liwalidayya!


Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya
sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya.
Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang.

Negeri di Puncak Hijau

March 2nd, 2007 by frogsprince

Ada dongeng yang tak terbaca oleh mata

Akan cerita sebuah negeri di Puncak Hijau

Katanya dahulu banyak yang berkata tentangnya

Tapi kini dikata saja tidak apa lagi didengar lalu

Negeri yang hijau, rumah bagi semesta kehidupan

Embun berayun di balik daun kala surya melamun

Cucak hutan riang berkicau saat bias cahya berderet menerpa lantai hutan

Hingga jelas berai-berai bening berhamburan

Kemudian datang tak diundang para pengacau dan pecundang

Merampas dan memotong rantai-rantai panjang

Membuat generasi muda negeri mati telanjang

Di tanah-tanah yang kian gersang

Terkoyak sudah keperawanan negeri,malang

Diterjang bintang-binatang jalang

Yang kini menyisakan kenangan yang tak terkenang

Bagi anak cucu di masa mendatang

(fei/291106)

Generasi angkatan 40

March 2nd, 2007 by frogsprince

Kami datang dari seluruh negeri

Membawa pesan ibu pertiwi

Untuk menimba, mengabdi dan membenahi

Tubuh-tubuh bumi yang meringis peri

Inilah kami,

Bagian yang terpatri dalam konservasi

Mewarisi keahlian merawat ibu pertiwi

Bersama puspa…bersama satwa

Berjuang di alam raya yang kian merana

Orang pandang kami aneh bukan berarti bukan manusia

Karna air,gunung, dan rimba tempat bermain kami

Bicara bahasa alam, berpikir seluas cakrawala

Mengukir nama dicatatan waktu dengan pena kayu

Bertuliskan Generasi Angkatan empat puluh

Satu…dua…tiga dan empat tahun kami ditempa

Dan kini saatnya kami pulang

Terbang mengawang menebar benih-benih kehidupan baru dilahan gersang

Dengan tangan-tangan ajaib sembari mengeja

Doa walau tak seberapa hingga lanjut usia

(fei/291106)

Epilog Ranting kering

March 2nd, 2007 by frogsprince

Tanah..tanah..tanah ku gersang

Air..air..air kami kerontang

Angin..angin..angin mereka meradang

Pohon..pohon..pohon dia telanjang

Ada daun kusam yang coba belajar terbang

Mencari tempat tuk sekedar bertandang

Tapi sial semua penuh ilalang jalang

Aku pulang…

Langit tak lagi mau mendung

Karna ia tak punya bekal dikantung

Bumi kembali terkatung

Karna isinya cuma ada patung

Ranting kering berderik…

Tanda nyawanya t’lah tercekik

Hanya tinggal detik demi detik

pada pikiran-pikiran picik…

(fei/131106)

DOA {2}

March 1st, 2007 by frogsprince

30 September 2006

Doa (2)

Jika itu adalah awal permulaan adanya jawaban

kini aku juga masih tak mengerti

Maka di penghujung September, masih saja kering…walau kadang terasa

bias-bias hujan membasahi pipinya tapi tetap saja tak membuatnya basah…

Ya 4jj, hamba-Mu ini mengemis pada-Mu

Karna hamba fakir…

Karna hamba miskin…

Apa yang sebenarnya ujian yang Engkau cobakan padaku

Apakah dia ujianku,..

Terlalu berat, ya 4jj…

Hamba khawatir, hamba-Mu ini terlalu lemah imannya,

Terlalu dangkal ilmunya…dan kurang bijak kata serta perangainya..

Lantas bagaimana hamba bisa membimbingnya…?

Semoga Engkau memudahkan segala perkaranya…Amin

Satu sisi ada sesuatu yang tumbuh di sela-sela bayang putih dan hitam

Apakah itu baik atau tidak

Hanya Engkau lah yang mengetahuinya.

DOA {1}

March 1st, 2007 by frogsprince

Doa (1)

September’06

Ya 4jj aku rindu

Akan malam-malam bersama-Mu

Biar saja ku tumpahkan sluruh bening mataku pada-Mu

Karna hanya Engkau tempat ku mengadu

4jj, segala puji hanyalah milik-Mu

Tak ada mahluk yang pantas mendapatkannya

Tidak juga dia atau aku sekalipun

Hanya Engkau, iya hanya Engkau

Rabb semesta alam…

Trima kasih terucap pada-Mu

Atas pertemuan yang Engkau gariskan untuk ku dengannya

Walau sesaat, tapi aku cukup banyak belajar darinya

Engkau memahamkan ku lewat perhatiannya

4jj, Dzat yang penuh Cinta

Seperti pula doa para pecinta sejati-Mu pada malam-malam sunyi

Begitu juga aku,

jika dia bukanlah pelengkap rusukku, lesapkan  rindu akan kehadirannya…
jagalah hatiku, dari labuhan hatinya..
pudarkan auranya dari mataku yang sayu dan jauhkan dia dari nurani yang kian resah…

Cukup, cukup hanya Engkau, Ya 4jj

yang menjadi pemelihara dan satu-satunya Cintaku

karna hati dan cintaku terlalu fakir  untuk membayar  fitrah ku sebagai seorang hamba

Cukup, Engkau tlah memberiku impian lalui dia

Terima kasih, Segala puji hanya milik-Mu, 4jjj

Hanya milik-Mu….

Hanya kata hati (balasan)

February 9th, 2007 by frogsprince

Terima kasih atas cerita mu, hari ini…

Entah apa yang harus aku katakan lagi…kata-kata yang ku punya tak lagi mampu menjawab setiap pertanyaan dalam surat itu…

Kini aku menyadari satu hal, bahwa slama ini aku melupakan seorang teman yang selalu berdoa untukku…aku terlalu egois jika memandangmu tak menjadi lebih baik…

Kamu jauh lebih baik…

Lebih dari apa yang aku inginkan, mungkin aku saja yang sulit untuk menerima perubahan itu…

Pengaturan ini tak pernah aku tahu sebelumnya dan sama halnya dengan mu aku juga terkadang ragu ”apakah aku bisa menjadi lebih baik untuk mu dan semua orang yang ada disisiku” !!

Banyak orang yang tak nyaman dengan sikap dan pemikiranku…aku dianggap ’aneh’, introfet, individualis, tidak menyenangkan, menyebalkan…

Apakah kata-kata itu pernah terucap oleh orang disekitarmu…?

Aku yakin dengan hatiku..

Jawaban nya adalah TIDAK…

Hampir 4 tahun bayangan itu menjadi citra dari ku…apa kamu sangka aku sanggup menanggung nya? Tidak..tidak, aku juga pernah jatuh jauh…jauh sekali hingga aku kehilangan kepercayaan bahwa aku sanggup berubah karna citra tersebut sudah selayaknya kulit yang melekat di dagingku dan untuk melepaskannya perlu pengorbanan yang harus dibayar mahal dengan darah…

Kamu tahu,

Sejak ketulusan hatimu sanggup menerimaku…mengapa aku masih berpikir bahwa aku tak pernah bisa berubah? Aku salah…karna aku masih punya kamu, kedua orang tuaku, kedua adik2 ku, keluarga ku… mereka semualah yang tetap membuatku bertahan dan berjuang untuk melepaskan citra tersebut…

Tersenyumlah hati,

Bukankah senyum itu adalah bagian dari citramu yang indah dan mengagumkan…

Menangislah hati,

Jika itu dapat membasuh tinta hitam yang aku tumpahkan di hati mu…

Ingin aku menangis ketika membaca surat  ini,

Aku…

Sudah lah, aku tak sanggup menahannya…mengalirlah air mataku

Karna aku masih punya orang-orang yang akan menguatkanku…

Aku yakin,

Perubahan itu adalah bagian dari proses kehidupan…tak ada yang menyangkalnya

Apakah kita siap untuk menerima setiap perubahan yang terjadi??

Kita harus siap…

Karna itu…yakin kan dirimu dan jangan pernah menyerah bahwa apa yang telah kau lakukan adalah yang terbaik yang pernah kau lakukan…

GAPAI KEMBALI kepercayaan mu…sebelum ia terbang jauh

Minta lah pada-Nya, untuk menguatkan sayap-sayapmu untuk menggapainya

Buat dirimu berbeda…

Karna tak semua orang BISA melakukan apa yang kamu lakukan

Ketidaknyaman………

Keputusasaan ……….

Ketidakpercayaan……….

Bukankah itu juga kita yang membuatnya menjadi nyata??

When you lost and there is no where you go

And your heart is feel so low

Don’t give up because you are not alone

Coz I always here to bring you home

Kata-kata itu yang selalu aku dengarkan…

Iya kata-kata dari single hits Ronan Keating…membuat aku sadar bahwa aku tidak sendirian dalam menghadapi kehidupan ini…

Mereka hidup dalam hati, mata, telinga dan pikiran ku…

Jika kau bertanya ”mengapa ini harus terjadi padaku”

Tak ada jawaban dari itu semua selain bahwa Allah sedang mengujimu…karna Allah menyayangimu…

Yakinlah itu….

Aku juga tak mau menjadi yang merugi…

Dan itu akan aku mulai dari diriku sendiri bukan dari orang lain…

Menolong mu?

Adakah suatu alasan aku bisa menolaknya…andaikan adapun aku tak akan mendengarkannya

Aku ada dan hadir dalam hidupmu..itu lah jawaban dari resahmu

Aku tersenyum dan menangis…itu lah jawaban dari keraguanmu

Aku duduk dan mendengarkan…itu lah jawaban dari kesendirianmu

Dan aku tertidur dan memimpikanmu…itulah jawaban dari takdirku saat ini

Doa ?

Apakah kita akan berhenti berdoa ketika kita penuh dengan keterbatasan…

Aku akan terus berdoa hingga bibir ini tak lagi berair untuk mu dan orang-orang yang ku sayang….

Walaupun aku paham, doaku dan syukur ku tak seberapa…

Terima kasih..

Aku akan bersabar jauh dari sebelumnya

Dan aku akan terus melangkah walau tertatih

Karna ada sebuah senyum yang selalu menyemangatiku

I DONT WANNA TO GIVE UP…

Februari di usianya yang belia

Dimana hari tak pernah sama dan tak pernah terulang

06.31 am

Saat hujan masih menjadi temen dikala sunyi dan di sudut kamar ada lingkaran pada sebuah angka, 9 , hari ini aku ujian…

Wa’alaikumsalam,

Hati yang s’lalu bisa membuatku tersenyum ketika aku bangun dari tidurku

Hanya kata hati

February 9th, 2007 by frogsprince

Febuari, satu hari setelah usia ku yang ke-22

Assalamu’alaikum

yang hatinya sedang tidak nyaman bersamaku……..

dengan seluruh hati, aku minta maaf padamu untuk itu….

Kini aku bingung… tentang hadirnya aku untukmu.. tepatkah?

Tidak ada yang tau…

Tapi hatimu tau menjabarkannya…

Karna aku merasa selalu membuatmu tidak bisa nyaman saat bersamaku…

Kemarin kita bertahan dengan ego masing2 walaupun mencoba menghalangi sejenak….

Saat aku letih…dan ingin diam, tolong…..

Jangan berpikir itu hanya karena kamu..

Lihat aku, dan tersenyumlah… kamu pasti akan merasa kalau hatiku berbicara… kamu hanya perlu tinggal dan perlihatkan semangat itu…

Terlalu egois?

Iya, kalau aku juga tidak menyadari kalo aku juga tidak melakukannya… memberimu semangat yang tidak putus… memandang dan tersenyum….                                                         

Aku tau….

Aku memang bukan yang terbaik dan tidak sempurna….

Karna itu aku sadar tentang kekhawatiran : tentang kita..

Aku percaya tentang pengaturanNYA terhadap kita

Aku… tidak ada yang lain…. Cuma ingin menjadi orang baik… bisakah?

Kini aku tidak percaya kalau aku bisa…

Karna banyak orang di sekelilingku yang tidak nyaman bersamaku…

Cerita sedikit yah kemarin…

Aku senang karna banyak yang mengingat hariku…mereka semua memberiku semangat untuk punya harapan dan meraih apa yang aku impikan…

Saat kita merasa sesuatu itu putih…. Lalu ada seseorang, yang spesial yang memberinya sedikit saja tinta hitam imajinasi kita… semua serasa menjadi hitam

Saat dunia kita serasa hitam dan gelap… satu orang saja yang memberikan cahayanya,,,

seolah imaji kita terhapus dan kembali putih….

orang itu adalah yang punya posisi tidak tergantikan oleh siapapun di hati….

Kekecewaan…

Kebisuan…

Kehampaan…

Kesedihan…

Dingin…

Sepi…

Sunyi…

Kita sendiri yang membuat itu bukan?

Waktu terus berjalan… kamu berulang kali mengucapkannya untukku…

Untukku, semua yang aku terima adalah pengaturanNYA bagiku…

aku hanya ingin membuat semua itu tidak terasa lebih berat lagi…

Karna hidup memang bukan beban bukan?

Saat ini… kalau kamu melihat perubahan dariku yang tidak lebih baik dari dulu…. Trimakasih sudah mengingatkan…

Bahkan kesadaranku tentang diriku sendiri lebih dari yang orang2 tau…

Aku tidak mungkin bisa berbalik dengan waktu , iya kan?

Tapi aku sudah punya perjanjian dengan waktu pada diriku untuk membantuku menjadi lebih baik..

Aku tidak mau merugi….

Mau menolongku? Setidaknya jangan putuskan doamu untukku…

Trimakasih kalau kamu masih mau melakukannya…

Kalau tidakpun, tidak apa2…

Tetaplah bersabar…

Kalau kau bersedia.

Harga sebuah kata (5)

February 3rd, 2007 by frogsprince

September 2006

Tangis amat jarang di bulan ini hingga membuat muka bumi kering dan mengkerut

Yang ada hanya rintihan dan rengekan yang amat memilukan

Banjir bukan sekedar air

Gempa bukan cukup disebut gempa

Semua yang biasa menjadi luar biasa

September yang harusnya ceria jadi cerai

Oleh semua peristiwa yang terekam pada memori waktu

Namun akan segera hilang karena keterbiasaan

Salah…iya memang salah…

Lalu bagaimana yang benar…

Harga sebuah kata (4)

February 3rd, 2007 by frogsprince

21 September 2006

“Kata ini teramat dekat ke kerongkongan tapi terdesak di tenggorokan

Rasa ini dapat kurasakan namun terlalu lemah tuk terucap dalam forum pati”

Apa yang ku rasa dan dia rasa, tak mungkin ku ketahui…rasa hanya bisa dirasakan bukan dikatakan…

Ada hati yang bertanya akan perasaan…namun ia sendiri tak tahu apa yang harus terkatakan saat ini..

Ada hati yang mengalah untuk menyenangkan hati lainnya

Ada pula yang egois tak mau mengalah…

Setiap kata tak lagi punya nyawa, dihadapan sepi dan dinding diam

Hanya degup-degup jantung yang terdengar semakin menggema di gua paru

Dan itu kita alami beberapa kali…

Waktu membawa kita untuk diam

Tapi kenapa…apa yang salah, aku tak mengerti karena aku tak diberi pengertian yang gamblang tentang apa yang ku mengerti

Aura itu berubah menjadi muram dan aku tak berani menatap apalagi harus bertanya kembali

Ada hati yang sedang bersedih dan bersalah

Sedang menunduk dan menunggu ada sebuah kata yang tumbuh dan berbuah

Tapi hingga kapan karna waktu tak kan pernah mau mengalah

Akhirnya aku kembali dipertemukan dengan titik yang mengantarkanku untuk memahami sebuah hati, hati yang lembut…lembut sekali hingga aku pun tak rela membuatnya menangis

Hanya ingin selalu membuatnya tersenyum dan terus begitu

Yang lalu biarlah berlalu,

Pasti tak kan ku lewati setiap detik yang berlalu tanpa senyum dari sebuah hati