.. mm … EnaKnYa ngoMonGin : ciNLoK

Hari ini bertepatan dengan 7 oktober 2008. hoaaahm (lho?) hari pertama masuk kerja lagi, tp badan masih ga enak abis melakukan perjalanan jauh (baca : mudik). Ya sudahlah…. tinggal mengembalikan kondisi fisik biar fit laghee..

Ngomyong2 dah lama kale ya aq ndak nulis2, curhat2…

Sebenernya banyak banget yg mo di curhatin, tp waktu dah mepet merepet… sekarang aja kayanya ada yg lagi nunggu2 untuk dikerjain lagi…hpfuuh maklum artis,di kejer2 teyus… halah…

Gimana kabar lebarannya??!!!

Semoga heboh dan mengharukan yaaa….

Ups puasa sebulannya gmn juga?

Taon niy lumayan niy bolongnya 19 hari jeeeennnggg… dan belum d bayar sama sekali di bulan syawal niy…. T.T

Betewew.. pernah denger tentang affair dengan temen sekantor alias cinlok di tempat kerja? Mungkin klo cinlok nya terjadi antara 2 keturunan adam yang berbeda jenis dan masih dalam komunitas jomblo’ers seh ga menarik untuk di bincangkan. Tapi, kalau yang terjadi adalah cinlok dari mas2 atau mbak2 yang udah pada merit, naaaahhh… (apa coba?) naaaahhhh…. ini dia…. mungkin perlu dibahas dalam berbagai sudut kali yay… soalnya hal kaya gini banyak terjadi dan ternyata terjadi juga di lingkunganku kerja…

Suatu sore Lana mendapat sms dari temen sekantornya yang selama ini di anggap kakak olehnya, Radit. Isi smsnya menyatakan bahwa selama ini, c kakak te es be menyukainya. Sedikit kaget, Lana mencoba menganggap berita ”unik” itu sebagai guyonan dari c kakak, karna emang selama ini dia seratus persen menganggap ckakak, pure (di garis bawah, cetak tebal, sekalian miring in nya… kesian sendirian) KAKAK. Klo masih single, mungkin itu bukan berita yang ngagetin si mbak yang berkerudung itu, tapi masalahnya c yang di anggap kakak ntu udah punya bini dan udah punya baby juga… klo kejadian yang kaya gini, harus ada yang eling nanggepinnya. Emang yang namanya rasa ga bisa dikira2 kapan dateng, kapan pergi. Tapi, untuk hubungan serius antar 2 manusia, perlu logika untuk meluruskan yang namanya ”rasa”. Untungnya dari mereka berdua masih ada rasa malu dan tingkat ke elingan yang lumayan untuk jadi penangkal hal yang enga2. Cerita mbak Lana dan mas Radit selesai dengan ungkapan isi hati saja dari Radit. Kelanjutannya…. masih menunggu ending dari narasumber, hee…. tapi, mbak Lana katanya cukup membatasi hati nya terhadap c kakak nya itu sebagai kakak saja. Mungkin kah akan ada konflik batin tersendiri dalam menjalani hari2 mereka di kantor? Kita doakan saja hubungan pertemanan mereka tidak apa-apa, ndak putus silaturahim

Beda orang beda cerita, ada lagi yang namanya jeng Siska dan Bang Jaja (ngarang bangeth namanya). Kedua teman sekantor ini, sama2 sudah menikah, tapi karena intensitas kerja yang sering mereka lakukan bersama tergolong sering, jadi mulailah acara sms2-an yang ga penting alias g ada hubungannya dengan pekerjaan berjalan bersahutan kaya tukang sayur dan bi ijah yang nongkrong di depan pager saban pagi. Akhirnya tanpa kata yang langsung mengungkapkan perasaan mereka masing2… pandangan mata mulai aneh, senyuman juga aneh, gerak-gerik badan juga aneh… (ini lagi suka2an ato lagi ke injek bajaj sih). Yah… poko’e semua tingkah laku menunjukan simpati ke masing2 orang. Hubungan seperti ini membuat jeng Siska dan bang Jaja semakin mendalami peran layaknya ”pacaran” lagi, sayangnya (naudzubillah…) mereka senang2 saja menjalani hubungan yang seperti ini. Katanya sih… sensasi rasanya itu lho… ckckckck…

Yah kita juga belum tau kelanjutan cerita dari jeng siska dan bang jaja ini… apakah yang terjadi dengan kehidupan mereka masing2? Apalagi dengan suami/istri masing2 dan yang paling penting di pikirkan adalah nasib anak2 mereka kelak… dan yang paling paling penting lagi keluarga besar mereka yang mungkin akan menyandang malu…trus paling paling paling penting juga gimana pertanggungjawaban mereka dengan Yang Maha Esa.

Yaaah…. kita bisa berbicara atopun menulis seperti itu, karna kita tidak berada di posisi mereka mungkin. Posisi orang2 yang mengandalkan perasaan mereka daripada logika dan kehidupan yang seharusnya mereka syukuri. Kita ndak iso men-judge mereka sebagai perilaku yang minus di mata kita. Karna setiap manusia diciptakan punya rasa dan hati. Setiap manusia juga dilengkapi dengan kelabihan dan kekurangan. Tinggal bagaimana menyikapi kelebihan dan kekurangan itu.

Tapi ya…. mmm… sampe sekarang masih ga bisa sampe niy otak ngira2 kenapa cinlok saat sudah berumah tangga itu bisa terjadi ya??!! Ga sampe deuh pokoknya.. maklum masih dibawah umur.. ;p

Untuk suamiku nanti… tolong yaa… kuatkan iman dan jadilah imam yang baik untuk rumah tangga kita. supaya cita2 ku menciptakan baiti jannati tercapai Hee… pissss… luph u coz Allah…

NB : semua nama yang ada di tulisan ini, ngibul semua… kerennya : samaran

Leave a Reply