Archive for February, 2007

Hanya kata hati (balasan)

Friday, February 9th, 2007

Terima kasih atas cerita mu, hari ini…

Entah apa yang harus aku katakan lagi…kata-kata yang ku punya tak lagi mampu menjawab setiap pertanyaan dalam surat itu…

Kini aku menyadari satu hal, bahwa slama ini aku melupakan seorang teman yang selalu berdoa untukku…aku terlalu egois jika memandangmu tak menjadi lebih baik…

Kamu jauh lebih baik…

Lebih dari apa yang aku inginkan, mungkin aku saja yang sulit untuk menerima perubahan itu…

Pengaturan ini tak pernah aku tahu sebelumnya dan sama halnya dengan mu aku juga terkadang ragu ”apakah aku bisa menjadi lebih baik untuk mu dan semua orang yang ada disisiku” !!

Banyak orang yang tak nyaman dengan sikap dan pemikiranku…aku dianggap ’aneh’, introfet, individualis, tidak menyenangkan, menyebalkan…

Apakah kata-kata itu pernah terucap oleh orang disekitarmu…?

Aku yakin dengan hatiku..

Jawaban nya adalah TIDAK…

Hampir 4 tahun bayangan itu menjadi citra dari ku…apa kamu sangka aku sanggup menanggung nya? Tidak..tidak, aku juga pernah jatuh jauh…jauh sekali hingga aku kehilangan kepercayaan bahwa aku sanggup berubah karna citra tersebut sudah selayaknya kulit yang melekat di dagingku dan untuk melepaskannya perlu pengorbanan yang harus dibayar mahal dengan darah…

Kamu tahu,

Sejak ketulusan hatimu sanggup menerimaku…mengapa aku masih berpikir bahwa aku tak pernah bisa berubah? Aku salah…karna aku masih punya kamu, kedua orang tuaku, kedua adik2 ku, keluarga ku… mereka semualah yang tetap membuatku bertahan dan berjuang untuk melepaskan citra tersebut…

Tersenyumlah hati,

Bukankah senyum itu adalah bagian dari citramu yang indah dan mengagumkan…

Menangislah hati,

Jika itu dapat membasuh tinta hitam yang aku tumpahkan di hati mu…

Ingin aku menangis ketika membaca surat  ini,

Aku…

Sudah lah, aku tak sanggup menahannya…mengalirlah air mataku

Karna aku masih punya orang-orang yang akan menguatkanku…

Aku yakin,

Perubahan itu adalah bagian dari proses kehidupan…tak ada yang menyangkalnya

Apakah kita siap untuk menerima setiap perubahan yang terjadi??

Kita harus siap…

Karna itu…yakin kan dirimu dan jangan pernah menyerah bahwa apa yang telah kau lakukan adalah yang terbaik yang pernah kau lakukan…

GAPAI KEMBALI kepercayaan mu…sebelum ia terbang jauh

Minta lah pada-Nya, untuk menguatkan sayap-sayapmu untuk menggapainya

Buat dirimu berbeda…

Karna tak semua orang BISA melakukan apa yang kamu lakukan

Ketidaknyaman………

Keputusasaan ……….

Ketidakpercayaan……….

Bukankah itu juga kita yang membuatnya menjadi nyata??

When you lost and there is no where you go

And your heart is feel so low

Don’t give up because you are not alone

Coz I always here to bring you home

Kata-kata itu yang selalu aku dengarkan…

Iya kata-kata dari single hits Ronan Keating…membuat aku sadar bahwa aku tidak sendirian dalam menghadapi kehidupan ini…

Mereka hidup dalam hati, mata, telinga dan pikiran ku…

Jika kau bertanya ”mengapa ini harus terjadi padaku”

Tak ada jawaban dari itu semua selain bahwa Allah sedang mengujimu…karna Allah menyayangimu…

Yakinlah itu….

Aku juga tak mau menjadi yang merugi…

Dan itu akan aku mulai dari diriku sendiri bukan dari orang lain…

Menolong mu?

Adakah suatu alasan aku bisa menolaknya…andaikan adapun aku tak akan mendengarkannya

Aku ada dan hadir dalam hidupmu..itu lah jawaban dari resahmu

Aku tersenyum dan menangis…itu lah jawaban dari keraguanmu

Aku duduk dan mendengarkan…itu lah jawaban dari kesendirianmu

Dan aku tertidur dan memimpikanmu…itulah jawaban dari takdirku saat ini

Doa ?

Apakah kita akan berhenti berdoa ketika kita penuh dengan keterbatasan…

Aku akan terus berdoa hingga bibir ini tak lagi berair untuk mu dan orang-orang yang ku sayang….

Walaupun aku paham, doaku dan syukur ku tak seberapa…

Terima kasih..

Aku akan bersabar jauh dari sebelumnya

Dan aku akan terus melangkah walau tertatih

Karna ada sebuah senyum yang selalu menyemangatiku

I DONT WANNA TO GIVE UP…

Februari di usianya yang belia

Dimana hari tak pernah sama dan tak pernah terulang

06.31 am

Saat hujan masih menjadi temen dikala sunyi dan di sudut kamar ada lingkaran pada sebuah angka, 9 , hari ini aku ujian…

Wa’alaikumsalam,

Hati yang s’lalu bisa membuatku tersenyum ketika aku bangun dari tidurku

Hanya kata hati

Friday, February 9th, 2007

Febuari, satu hari setelah usia ku yang ke-22

Assalamu’alaikum

yang hatinya sedang tidak nyaman bersamaku……..

dengan seluruh hati, aku minta maaf padamu untuk itu….

Kini aku bingung… tentang hadirnya aku untukmu.. tepatkah?

Tidak ada yang tau…

Tapi hatimu tau menjabarkannya…

Karna aku merasa selalu membuatmu tidak bisa nyaman saat bersamaku…

Kemarin kita bertahan dengan ego masing2 walaupun mencoba menghalangi sejenak….

Saat aku letih…dan ingin diam, tolong…..

Jangan berpikir itu hanya karena kamu..

Lihat aku, dan tersenyumlah… kamu pasti akan merasa kalau hatiku berbicara… kamu hanya perlu tinggal dan perlihatkan semangat itu…

Terlalu egois?

Iya, kalau aku juga tidak menyadari kalo aku juga tidak melakukannya… memberimu semangat yang tidak putus… memandang dan tersenyum….                                                         

Aku tau….

Aku memang bukan yang terbaik dan tidak sempurna….

Karna itu aku sadar tentang kekhawatiran : tentang kita..

Aku percaya tentang pengaturanNYA terhadap kita

Aku… tidak ada yang lain…. Cuma ingin menjadi orang baik… bisakah?

Kini aku tidak percaya kalau aku bisa…

Karna banyak orang di sekelilingku yang tidak nyaman bersamaku…

Cerita sedikit yah kemarin…

Aku senang karna banyak yang mengingat hariku…mereka semua memberiku semangat untuk punya harapan dan meraih apa yang aku impikan…

Saat kita merasa sesuatu itu putih…. Lalu ada seseorang, yang spesial yang memberinya sedikit saja tinta hitam imajinasi kita… semua serasa menjadi hitam

Saat dunia kita serasa hitam dan gelap… satu orang saja yang memberikan cahayanya,,,

seolah imaji kita terhapus dan kembali putih….

orang itu adalah yang punya posisi tidak tergantikan oleh siapapun di hati….

Kekecewaan…

Kebisuan…

Kehampaan…

Kesedihan…

Dingin…

Sepi…

Sunyi…

Kita sendiri yang membuat itu bukan?

Waktu terus berjalan… kamu berulang kali mengucapkannya untukku…

Untukku, semua yang aku terima adalah pengaturanNYA bagiku…

aku hanya ingin membuat semua itu tidak terasa lebih berat lagi…

Karna hidup memang bukan beban bukan?

Saat ini… kalau kamu melihat perubahan dariku yang tidak lebih baik dari dulu…. Trimakasih sudah mengingatkan…

Bahkan kesadaranku tentang diriku sendiri lebih dari yang orang2 tau…

Aku tidak mungkin bisa berbalik dengan waktu , iya kan?

Tapi aku sudah punya perjanjian dengan waktu pada diriku untuk membantuku menjadi lebih baik..

Aku tidak mau merugi….

Mau menolongku? Setidaknya jangan putuskan doamu untukku…

Trimakasih kalau kamu masih mau melakukannya…

Kalau tidakpun, tidak apa2…

Tetaplah bersabar…

Kalau kau bersedia.

Harga sebuah kata (5)

Saturday, February 3rd, 2007

September 2006

Tangis amat jarang di bulan ini hingga membuat muka bumi kering dan mengkerut

Yang ada hanya rintihan dan rengekan yang amat memilukan

Banjir bukan sekedar air

Gempa bukan cukup disebut gempa

Semua yang biasa menjadi luar biasa

September yang harusnya ceria jadi cerai

Oleh semua peristiwa yang terekam pada memori waktu

Namun akan segera hilang karena keterbiasaan

Salah…iya memang salah…

Lalu bagaimana yang benar…

Harga sebuah kata (4)

Saturday, February 3rd, 2007

21 September 2006

“Kata ini teramat dekat ke kerongkongan tapi terdesak di tenggorokan

Rasa ini dapat kurasakan namun terlalu lemah tuk terucap dalam forum pati”

Apa yang ku rasa dan dia rasa, tak mungkin ku ketahui…rasa hanya bisa dirasakan bukan dikatakan…

Ada hati yang bertanya akan perasaan…namun ia sendiri tak tahu apa yang harus terkatakan saat ini..

Ada hati yang mengalah untuk menyenangkan hati lainnya

Ada pula yang egois tak mau mengalah…

Setiap kata tak lagi punya nyawa, dihadapan sepi dan dinding diam

Hanya degup-degup jantung yang terdengar semakin menggema di gua paru

Dan itu kita alami beberapa kali…

Waktu membawa kita untuk diam

Tapi kenapa…apa yang salah, aku tak mengerti karena aku tak diberi pengertian yang gamblang tentang apa yang ku mengerti

Aura itu berubah menjadi muram dan aku tak berani menatap apalagi harus bertanya kembali

Ada hati yang sedang bersedih dan bersalah

Sedang menunduk dan menunggu ada sebuah kata yang tumbuh dan berbuah

Tapi hingga kapan karna waktu tak kan pernah mau mengalah

Akhirnya aku kembali dipertemukan dengan titik yang mengantarkanku untuk memahami sebuah hati, hati yang lembut…lembut sekali hingga aku pun tak rela membuatnya menangis

Hanya ingin selalu membuatnya tersenyum dan terus begitu

Yang lalu biarlah berlalu,

Pasti tak kan ku lewati setiap detik yang berlalu tanpa senyum dari sebuah hati

Harga sebuah kata (3)

Saturday, February 3rd, 2007

Small castle

10 February 2006

– Pagi “sepi”

Aku membawa angin, sahabatmu

Pagi ini..

Malam-malam ku tatap nanar bulan yang kian cantik-ku rasa

Bintang-bintang pun setia menjadi pendampingnya

Seharusnya aku dan kamu, sepi

Seperti itu…

Saling menjalin mimpi pada malam-malam dengan doa dan cinta

Hanya pada-Nya

Aku menantimu, Bidadari..

Hari ini—

————————————————–

Small castle

February menjelang “cinta”

Ada yang lucu disini, tapi aku tak mampu tertawa

Gibran, wow namanya membuatku menangis

Siapa-darimana, serta bagaimana kau ada

Hanya dia yang tau…

Aku memang tak sehebat Gibran

Apalagi jika harus bersaing dengannya

Hanya mungkin romanku tak sama

Aku punya nafas sendiri, Gibran juga

Hebatnya katamu mengalahkan katanya kata

Ada cahaya yang kau bawa walau redup namun cukup jelas

Untuk ku memaknai dan mewarnai hidupku dengan cinta

Cinta Sang Maha Pecinta dan Pujangga Sejati

Khalik-Dzat yang tiada tara…

Harga sebuah kata(2)

Saturday, February 3rd, 2007

020206

———–

Small castle

Menjelang dini hari

Malam ini ada hati yang bahagia, sedih juga menangis

Entah untuk apa..untuk siapa?

Tiada lagi kata yang cukup ditulis-tiada lagi untuk terbaca

Hanya kebohongan yang ada dalam sanubari yang jujur

S’moga hanya prasangka saja…

Harga sebuah kata

Friday, February 2nd, 2007

26 January 2006

——————

Menjelang fajar

Pagi,`sepi”

Maaf kemarin, aku ga bisa datang

Hari ini juga, sepertinya!

Ternyata “lagi-lagi prediksiku benar, Bunda!”

Ada yang akan pergi dari kita, itu ku dapat 3 hari yang lalu.

Lagi-lagi aku tak mampu menjawab,

Mengapa harus aku, 4jj mengujiku dengan amanah yang besar!

Namun, ada amanah yang harus aku katakan pada seseorang tentang ku, dia, dan kita

Hanya saja, aku sendiri tak tahu kapan itu atau aku keburu “mati”

“sepi” tolong sampaikan padanya

Bahwa aku masih disini, memendam jiwanya di masa depan

Dan katakan padanya, aku perlu bicara-sejenak saja

Karna aku tahu dan sangat menyadari waktunya tak lagi banyak untukku

Ucapkan juga padanya, aku tak kan banyak bicara lagi

Sudah cukup tugasku untuk menguatkan dirinya

          Kini, ia sudah mampu berdiri atas keputusan dan sikapnya sendiri’

          Dan aku hanya sekedar mengingatkan!

Malas rasanya untuk aku ukir semua di buku ini

Cukup rasa yang ku tuai, cukup letih ku paksa, cukup pedih untuk diterima

Kisahku tutup sampai disini & terima kasih telah memberiku ‘kado terindahmu’

Sebuah impian